Nilai Sosial dalam Penilaian: Pengantar (Bagian I)

1251
Social Value atau Nilai Sosial dalam Penilaian Bagian I - Penilaian ID
Social Value atau Nilai Sosial dalam Penilaian Bagian I

Nilai Sosial dalam Penilaian: Pengantar (Bagian I)

 

Beberapa tahun lalu, IVSC (International Valuation Standards Council) menerbitkan sebuah paper mengenai Social Value atau Nilai Sosial dengan judul “Perspectives Paper: Defining and Estimating ‘Social Value’” kemudian diikuti dengan “Defining and Estimating Social Value”. Membaca dari judulnya, kita menjadi tahu bahwa sedang dirumuskan sebuah “Nilai” baru, yang disebut dengan Nilai Sosial. Hingga sekarang, definisi dan perumusan estimasi Nilai Sosial terus didiskusikan. 

Sekarang, mari kita berkenalan dengan Nilai Sosial atau Social Value.

 

Latar Belakang

Konsep Nilai Sosial memang penting, baik untuk perusahaan/entitas dengan tujuan profit dan non-profit, dan semakin dirasa penting untuk dibahas karena didorong oleh:

  1. Kebutuhan pemerintah, LSM, organisasi non-profit dalam menilai kinerja dari suatu investasi ataupun proyek.
  2. Perusahaan mencari pembenaran dalam investasi dimana investasi tidak hanya tentang keuntungan komersial tapi juga manfaat untuk masyarakat secara luas.
  3. Pemerintah, LSM, dan organisasi non-profit membutuhkan penilaian untuk tujuan laporan keuangan untuk mematuhi standar dan peraturan manajemen keuangan. 

Masalah dan tantangan bagi penilai di sektor dengan tujuan untuk profit mungkin lebih mudah dipahami daripada di sektor non-profit. Terkait Nilai Sosial ini, kurangnya kerangka penilaian yang diakui secara internasional berpotensi pengembangan pendekatan dan definisi yang divergen/beragam oleh Penilai. Hal ini tentu saja berpotensi menyebabkan perdebatan yang dapat mengurangi kredibilitas penilaian tersebut di antara para pemangku kepentingan.

 

Definisi Nilai Sosial

Jika kita berbicara penilaian komersial, perspektif atau sudut pandang diakomodasi diawal dan menjadi bagian dari Dasar atau Standar Nilai. Contoh, mempertimbangkan nilai dari sudut pandang pembeli atau penjual tertentu, peserta pasar, atau bahkan peserta pasar hipotetis di mana pasar yang dapat diamati tidak ada. Artinya, dalam penilaian komersial, perspektif atau sudut pandang yang digunakan untuk menentukan nilai suatu aset sangat penting dan harus ditentukan sebelumnya.

Dalam kasus Nilai Sosial, sudut pandang menjadi sangat luas karena suatu aset dapat memiliki nilai yang berbeda untuk para pemangku kepentingan yang berbeda. Oleh karena itu, sangatlah penting bahwa definisi Nilai Sosial:

  1. Tidak membatasi Penilai hanya mempertimbangkan satu elemen tertentu, dan 
  2. Penilai dapat menentukan kelompok dari sudut pandang mana yang sedang dipertimbangkan. 

Artinya, ketika menilai Nilai Sosial, Penilai harus mempertimbangkan sudut pandang yang berbeda-beda dari para pemangku kepentingan yang berbeda untuk memahami nilai yang berbeda bagi mereka.

 

Sehingga, Nilai Sosial didefinisikan sebagai berikut:

“‘Social Value’ includes the social benefits that flow to asset users (social investment) and the wider financial and non-financial impacts including the wellbeing of individuals and communities, social capital and the environment, that flow to non asset users.”

“Nilai Sosial” mencakup manfaat sosial yang mengalir ke pengguna aset (investasi sosial) dan dampak finansial dan non-finansial yang lebih luas termasuk kesejahteraan individu dan komunitas, modal sosial dan lingkungan, yang mengalir ke non-pengguna aset.”

 

Untuk lebih memahami definisi dari Nilai Sosial tersebut, perhatikan elemen berikut:

  1. Manfaat keuangan untuk pemilik aset: arus kas yang berasal dari penggunaan aset yang mengalir ke pemilik aset.
  2. Manfaat sosial untuk pengguna aset: manfaat yang diperoleh dari penggunaan aset yang mengalir ke pengguna aset.
  3. Manfaat sosial untuk non-pengguna aset: manfaat yang diperoleh dari aset yang mengalir ke non-pengguna aset termasuk kesejahteraan individu dan masyarakat, modal sosial dan lingkungan.
Social Value Concept - penilaian id
Social Value Concept (Sumber: IVSC, 2021)

Dalam kasus entitas yang berorientasi profit (entitas yang tujuan utamanya adalah menghasilkan keuntungan komersial), manfaat moneter bagi pemilik aset cenderung menjadi elemen yang dominan. Ini tidak berarti bahwa manfaat sosial bagi pengguna aset dan non-pengguna aset tidak ada, namun, ini cenderung menjadi tujuan sekunder daripada utama.

Namun, dalam kasus entitas non-profit (entitas yang tujuan utamanya bukan menghasilkan keuntungan komersial tetapi menyediakan layanan publik), manfaat sosial bagi pengguna aset dan non-pengguna aset cenderung menjadi elemen yang dominan. Ini tidak berarti bahwa tidak ada manfaat moneter bagi pemilik aset, namun, ini cenderung menjadi tujuan sekunder daripada utama.

 

Contoh untuk membantu menjelaskan konsep Nilai Sosial:

Pembangunan Jalur Kereta/Rail Line

Sebuah entitas sektor publik non-profit membangun jalur kereta api baru yang menghubungkan sebuah kota pinggiran dengan kota besar. Untuk mendorong masyarakat menggunakan jalur kereta ini daripada menggunakan kendaraan pribadi, pemerintah sebagai pemilik aset menentukan bahwa tarif akan diberikan subsidi. Disini pemerintah mengabaikan sebagian besar potensi monetary benefit sehingga para pengguna aset menerima manfaat sosial dalam bentuk tarif kereta api yang lebih rendah. Selain itu, manfaat sosial bagi non-pengguna aset terjadi dalam bentuk peningkatan aktivitas ekonomi di kota pinggiran dan penurunan polusi udara. Dalam kasus ini, manfaat moneter bagi pemerintah sebagai pemilik aset kemungkinan akan menjadi sekunder dan manfaat sosial bagi pengguna aset dan non-pengguna aset kemungkinan akan menjadi tujuan utama.

 

Demikian bagian I untuk pembahasan Nilai Sosial. 

Semoga bermanfaat!

Salam,

Asti Widyahari

Property Valuer & Advisor

 

Pahami lebih lengkap tentang Nilai Sosial melalui artikel dan link berikut:

  1. Nilai Sosial dalam Penilaian: Pengantar (Bagian I) membahas latar belakang, definisi, dan contoh. 
  2. Nilai Sosial dalam Penilaian: Pengantar (Bagian II) membahas contoh kondisi Nilai Sosial vs Komersial
  3. Nilai Sosial dalam Penilaian: Aset Sosial (Bagian III) membahas Aset Sosial untuk lebih memahami Nilai Sosial
  4. Nilai Sosial: Dapatkah Menjadi Dasar Nilai? (Bagian IV)

 

Sumber: IVSC, 2021
CekNilai.id
CekNilai.id – Ketahui estimasi harga wajar properti maupun nilai properti secara mudah hanya di CekNilai.id

CekNilai.id Sekarang!

 


Penilaian.id oleh Asti Widyahari

Property Valuer & Advisor