Data Pembanding, Elemen dan Unit Perbandingan dalam Penilaian Real Properti

0
296
Data Pembanding, Elemen dan Unit Perbandingan dalam Penilaian Real Properti
Data Pembanding, Elemen dan Unit Perbandingan dalam Penilaian Real Properti

Data Pembanding, Elemen dan Unit Perbandingan dalam Penilaian Real Properti

 

Penjelasan Mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI 300):

Data Pembanding. Data yang umumnya digunakan dalam analisis penilaian untuk membuat estimasi nilai.

  • Data pembanding adalah properti yang memiliki karakteristik yang sama atau sejenis dan sebanding dengan properti yang dinilai.
  • Data tersebut mencakup harga transaksi dan/atau data penawaran yang disesuaikan, harga sewa, pendapatan dan pengeluaran, serta tingkat kapitalisasi dan tingkat diskonto (yield) yang berasal dari pasar.

Elemen perbandingan. Karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang mengakibatkan harga yang dibayarkan untuk real estate menjadi berbeda.

  • Elemen perbandingan mencakup tapi tidak terbatas kepada: hak atas properti yang ditranser, persyaratan pembiayaan, kondisi penjualan, kondisi pasar, lokasi dan karakteristik fisik dan ekonomi.
  • Elemen perbandingan mengidentifikasikan karakteristik khusus dari properti dan transaksi yangd apat menjelaskan variasi harga.
  • Elemen perbandingan yang dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar diantaranya:
    • Elemen perbandingan transaksi
      • Hak atas properti yang dialihkan
      • Syarat pembiayaan
      • Kondisi penjualan
      • Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
      • Kondisi pasar
    • Elemen perbandingan properti
      • Lokasi
      • Karakteristik fisik
      • Karakteristik ekonomi
      • Penggunaan
      • Komponen non-realty dalam penjualan

Unit perbandingan. Faktor yang dihasilkan oleh dua komponen yang merefleksikan perbedaan secara tepat antara properti yang memungkinkan analisis dari ketiga pendekatan terhadap nilai, misalnya harga per meter persegi, atau perbandingan harga jual properti dengan pendapatan bersih.

  • Dalam membandingkan properti yang dinilai, Penilai seharusnya mengadopsi unit perbandingan yang secara umum diterima dan sesuai dengan yang dipertimbangkan oleh pelaku pasar, yang tergantung kepada jenis aset yang dinilai.
  • Unit perbandingan yang umum digunakan, diantaranya:
    • harga per meter persegi dari bangunan
    • harga per hektar tanaman
    • harga per kamar
    • harga per unit output, misalnya produksi panen.
  • Unit perbandingan hanya akan bermanfaat apabila dipilih secara konsisten serta diaplikasikan kepada properti yang dinilai dan properti pembanding dalam setiap analsis.

 

Semoga bermanfaat!

Salam,

Asti Widyahari

Penilai dan Konsultan Properti

LEAVE A REPLY