Apa yang Dimaksud dengan Penilaian Properti?

0
170
Penilaian Properti
Penilaian Properti

Penilaian Properti adalah proses pekerjaan untuk memberikan estimasi dan pendapat atas nilai ekonomi suatu objek penilaian atau properti. Estimasi ataupun pendapat atas nilai ekonomi tersebut umumnya digunakan untuk berbagai tujuan. Misalnya penilaian properti untuk tujuan kepentingan jual-beli/transaksi, lelang, penjaminan utang/agunan, laporan keuangan, pengadaan tanah, asuransi, investasi dan lain sebagainya. 

Penilaian properti untuk publik di Indonesia dilakukan oleh suatu profesi yang disebut dengan Profesi Penilai. Penilai ini adalah seseorang yang memiliki kualifikasi, kemampuan, dan pengalaman dalam melakukan kegiatan praktek penilaian. Dalam memberikan jasanya, seorang Penilai harus berada atau bergabung pada suatu badan usaha yang disebut dengan KJPP. KJPP merupakan singkatan dari Kantor Jasa Penilai Publik. KJPP ini didirikan atas izin dari Menteri Keuangan. Lebih banyak mengenai Penilai dan KJPP dapat melihat peraturan terkait ini di halaman berikut.

Untuk menghasilkan suatu nilai properti, perlu dilakukan penilaian properti dengan menerapkan pendekatan penilaian. Pendekatan penilaian merupakan landasan proses penilaian dilengkapi dengan metode penilaian (KPUP 14.1). Ada tiga pendekatan yang digunakan dalam penilaian properti, dimana dalam penerapannya, masing-masing properti memiliki karakteristik serta kondisi yang lebih sesuai dalam menggunakan pendekatan penilaian yang satu dibandingkan dengan yang lainnya. 

Pendekatan penilaian tersebut antara lain:

  1. Pendekatan pasar (market approach)
  2. Pendekatan pendapatan (income approach)
  3. Pendekatan biaya (cost approach)

Berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (bagian KPUP/Konsep dan Prinsip Umum Penilaian), definisi atas pendekatan di atas adalah sebagai berikut:

  • Pendekatan pasar menghasilkan indikasi nilai dengan cara membandingkan aset yang dinilai dengan aset yang identik atau sebanding, dimana informasi harga transaksi atau penawaran tersedia.
  • Pendekatan pendapatan menghasilkan indikasi nilai dengan mengubah arus kas di masa yang akan datang ke nilai ini. 
  • Pendekatan biaya menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan prinsip ekonomi, dimana pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih daripada biaya untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama atau setara pada saat pembelian atau konstruksi. 

Penilaian properti di masyarakat juga dikenal dengan istilah appraisal. Ini sama saja. Yang penting juga untuk diketahui bahwa penilaian properti tidak hanya untuk menghasilkan nilai pasar yang digunakan untuk kepentingan jual-beli properti, namun masih banyak jenis-jenis nilai lain yang umum digunakan di penilaian properti. Misalnya nilai wajar, nilai asuransi, nilai sewa, nilai investasi, nilai pembangunan kembali, nilai pasar untuk penggunaan yang ada, nilai penggantian wajar yang digunakan sebagai ganti kerugian, dan masih ada jenis nilai lainnya. Jenis nilai ini muncul sesuai dengan tujuan penilaian properti yang dibutuhkan. 

Semoga gambaran singkat mengenai penilaian properti ini membantu.

 

Salam, 

Asti Widyahari

 

LEAVE A REPLY