Penilaian Retrospektif dan Tujuan Penggunaannya.
Berdasarkan Technical Information Paper on Retrospective Valuations yang diterbitkan bersama oleh Australian Property Institute dan Property Institute of New Zealand, penilaian retrospektif adalah penilaian yang dilakukan untuk suatu tanggal di masa lalu. Penilaian ini disusun dengan memenuhi standar profesionalisme dan kepatuhan hukum yang tinggi. Dasar penilaian menggunakan informasi yang diketahui atau tersedia pada tanggal masa lalu tersebut, meskipun dalam kondisi tertentu informasi yang baru tersedia setelahnya juga dapat dipertimbangkan.
Tujuan Utama Penilaian Retrospektif
Sumber tersebut menjelaskan beberapa tujuan utama dilakukannya penilaian retrospektif, antara lain:
-
Tinjauan Kreditur (Lender Reviews)
Kreditur sering meminta penilaian retrospektif untuk meninjau kembali keputusan pemberian kredit sebelumnya. Hal ini membantu menilai akurasi dan isi dari penilaian yang digunakan saat pinjaman diberikan. -
Kepentingan Pengadilan dan Litigasi
Penilaian retrospektif kerap digunakan dalam proses hukum untuk membantu penyelesaian sengketa. Penilai dapat ditunjuk sebagai Expert Witness dengan kewajiban utama memberikan pandangan independen dan tidak memihak guna mencapai putusan yang adil. -
Kepentingan Perpajakan
Digunakan untuk berbagai keperluan perpajakan, misalnya penghitungan capital gains tax, bea materai (stamp duty), maupun konsolidasi pajak. -
Negosiasi dan Sengketa Kontrak
Penilaian retrospektif dapat menjadi dasar dalam negosiasi antara pihak-pihak yang bersengketa, serta digunakan untuk menyelesaikan perselisihan kontrak. -
Urusan Warisan dan Hukum Keluarga
Digunakan dalam pengelolaan harta warisan maupun kasus hukum keluarga, misalnya pembagian aset. -
Klaim Asuransi
Dibutuhkan untuk menentukan nilai suatu aset pada saat terjadi peristiwa yang diasuransikan. -
Alasan Lain
Termasuk investigasi pengaduan profesional, penentuan alokasi hak satuan (unit entitlement allocations), dan kebutuhan lainnya.
Siapa yang Biasanya Meminta Penilaian Retrospektif?
Pihak yang meminta penilaian retrospektif bervariasi tergantung pada tujuan penggunaannya, antara lain:
-
Kreditur: Bank atau lembaga pembiayaan (ataupun penjamin hipotek) yang memerlukan tinjauan atas keputusan kredit sebelumnya.
-
Pihak dalam Litigasi: Pengadilan atau pihak yang bersengketa dalam perkara hukum dapat menunjuk penilai untuk memberikan pendapat ahli.
-
Individu dan Entitas: Untuk tujuan perpajakan, pengelolaan warisan, maupun sengketa kontrak, penilaian biasanya diminta oleh individu atau badan usaha terkait.
Demikian artikel “Penilaian Retrospektif dan Tujuan Penggunaannya”, semoga bermanfaat!
Salam,
Penilai Publik – Property Valuer & Advisor

Penilaian.id oleh Asti Widyahari
Property Valuer & Advisor
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert)., is an experienced property valuer and advisor based in Jakarta, Indonesia, with extensive expertise in property valuation and property consultancy. She is the founder of Penilaian.id and CekNilai.id. Asti is also an active speaker at international conferences, promoting the property valuation profession and professional development in the sector.
Tentang Asti Widyahari
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert)., adalah Penilai dan Advisor Properti berpengalaman yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan keahlian dalam penilaian properti dan konsultasi properti. Ia adalah pendiri Penilaian.id dan CekNilai.id. Asti juga aktif sebagai pembicara di konferensi internasional, mempromosikan profesi Penilai dan pengembangan profesional di sektor ini.












