Perhitungan Luas Total Lantai Jika KLB Tidak Ditentukan

1625
Perhitungan Luas Total Lantai Jika KLB Tidak Ditentukan
Perhitungan Luas Total Lantai Jika KLB Tidak Ditentukan

Perhitungan Luas Total Lantai Jika KLB Tidak Ditentukan

Dalam pengembangan kawasan perdagangan dan jasa, memahami perhitungan tata ruang sangat penting untuk memastikan pembangunan sesuai dengan aturan yang berlaku. Artikel ini membahas langkah penting dalam perhitungan tata ruang untuk mengetahui luas total lantai bangunan yang dapat dibangun jika ketentuan KLB tidak ditentukan.

Data Dasar Pengembangan Lahan

Sebagai contoh, kita memiliki data berikut:

  • Luas lahan keseluruhan: 650 m²
  • Luas tapak bangunan ruko: 30 m² (3 m x 10 m).
  • Rencana akan dibangun 10 unit ruko.

Aturan Tata Ruang yang Berlaku

Berdasarkan Peraturan Daerah setempat, ketentuan tata ruang yang berlaku:

  1. Koefisien Dasar Bangunan (KDB): Maksimal 90% dari luas lahan.
  2. Tinggi bangunan: Maksimal 3 lantai.
  3. Kewajiban: Menyediakan KDH (Koefisien Dasar Hijau atau KDH adalah: angka prosentase berdasarkan perbandingan antara luas lahan terbuka untuk penanaman tanaman dan atau peresapan air).

Perhitungan Berdasarkan Ketentuan

  1. Luas KDB:
    • Luas tapak maksimum yang boleh dibangun: 90% x 650 m² = 585 m².
  2. Luas Total Bangunan:
    • Jika diperbolehkan membangun hingga 3 lantai, maka total luas bangunan berdasarkan ketentuan dapat dihitung dengan menghitung luas tapak bangunan dikalikan jumlah lantai. Sehingga, perhitungannya:
      585 m² x 3 = 1.755 m².

Ilustrasi Pengembangan Lahan

Aspek Perhitungan
Luas total tapak yang direncanakan 30 m² x 10 unit = 300 m²
Luas tapak maksimum berdasarkan ketentuan 90% x 650 m² = 585 m²
Luas total lantai yang direncanakan 30 m² x 10 unit x 3 lantai = 900 m²
Total luas bangunan berdasarkan ketentuan 1.755 m²
KDH maksimal yang dapat dimanfaatkan 585 m² – 300 m² = 285 m²

Perlu bantuan menghitung Koefisien Lantai Bangunan (KLB) atau Koefisien Dasar Bangunan (KDB)? Hubungi Asti Widyahari untuk konsultasi!

Kesimpulan

Luas pengembangan yang direncanakan terindikasi tidak melanggar ketentuan tata ruang sehingga dapat direalisasikan. Pengembang juga harus memastikan penyediaan KDH yang cukup untuk mendukung fungsi lingkungan dan memenuhi ketentuan tata ruang.

 

Semoga bermanfaat!

Salam,

Asti Widyahari

Properti Valuer & Advisor

 

Artikel terkait lainnya:

 

CekNilai.id
CekNilai.id – Ketahui estimasi harga wajar properti maupun nilai properti secara mudah hanya di CekNilai.id

CekNilai.id Sekarang!

 


Penilaian.id oleh Asti Widyahari

 

asti widyahariAbout Asti Widyahari 

Asti Widyahari is an experienced property valuer and advisor based in Jakarta, Indonesia, with extensive expertise in property valuation and property consultancy. She is the founder of Penilaian.id and CekNilai.id. Asti is also an active speaker at international conferences, promoting the property valuation profession and professional development in the sector.

Tentang Asti Widyahari
Asti Widyahari adalah Penilai dan Advisor Properti berpengalaman yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan keahlian dalam penilaian properti dan konsultasi properti. Ia adalah pendiri Penilaian.id dan CekNilai.id. Asti juga aktif sebagai pembicara di konferensi internasional, mempromosikan profesi Penilai dan pengembangan profesional di sektor ini.

Contact Asti Widyahari (Managed by Teams)

SHARE
Previous articleJumlah Jam Pengalaman Kerja untuk Menjadi Penilai Publik
Next articleMemahami Beda Nilai Wajar dan Nilai Pasar (Contoh dari India)
Ni Luh Asti Widyahari Public Valuer • Property Advisor • International Speaker • Professional Instructor Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) adalah Penilai Publik dan Property Advisor dengan pengalaman profesional di bidang penilaian properti sejak tahun 2015. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana dan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota dari Institut Teknologi Bandung, Asti memandang properti tidak hanya sebagai aset fisik yang perlu ditentukan nilainya, tetapi sebagai bagian dari sistem ruang, pasar, regulasi, investasi, dan strategi bisnis. Fokus pekerjaannya mencakup penilaian tanah, infrastruktur, properti komersial, aset korporasi, dan aset khusus, serta layanan advisory berupa Highest and Best Use, studi kelayakan, analisis pasar, strategi pemanfaatan, dan optimalisasi aset. Saat ini, Asti merupakan Partner dan Kepala Cabang Bandar Lampung pada KJPP Pical Niken Tjahjono dan Rekan. Ia juga mendirikan Penilaian.id sebagai media edukasi dan literasi penilaian serta CekNilai.id sebagai platform informasi dan penghubung layanan properti. Building valuation legacy with A.S.T.I. Authority • Selectivity • Thoughtfulness • Integrity