Istilah analisis pasar (market analysis) mengacu pada studi tentang kondisi pasar untuk jenis properti tertentu. Tujuannya ialah pengumpulan data dan studi data pasar yang diperlukan untuk menyimpulkan penggunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) dan untuk menerapkan pendekatan penilaian.
Analisis pasar juga berkaitan dengan menentukan apakah ada sisa permintaan untuk penggunaan properti tertentu dan jika ada, termasuk perluasannya (extend) terhadap hal tersebut.
Dalam pengertian ini, tujuan dari analisis pasar adalah untuk menyelidiki daya jual dari penggunaan potensial untuk sebuah properti. Sehingga dengan demikian, analisis pasar dapat dilakukan sebagai dasar untuk analisis kelayakannya dan menarik kesimpulan mengenai penggunaan tertinggi dan terbaik dari properti tersebut. Kesimpulan ini akan spesifik seperti yang disarankan pasar. Misalnya, analisis pasar dapat menunjukkan apakah pengembangan properti yang diusulkan harus berupa unit apartemen* yang dihuni sendiri atau kondominium* yang disewa oleh penyewa.
Analisis properti adalah hal yang sangat penting dalam penilaian properti yang telah ada/eksisting atau yang sedang diusulkan (pengembangan). Properti eksisting biasanya memberikan riwayat operasional, misalnya catatan tingkat hunian, sewa, dan pengeluaran. Penentuan penggunaan untuk properti eksisting pun kemungkinan akan langsung terlihat. Misalnya, meskipun tingkat hunian dan pendapatan masa depan tidak dapat dipastikan, perkiraan arus kas dapat dikembangkan berdasarkan analisis pasar. Sedangkan untuk properti dalam pengembangan/yang diusulkan di lahan yang kosong atau di sedang dalam penggunaan lain, memiliki ketidakpastian yang lebih besar dan biasanya memerlukan studi yang lebih mendalam.
Di sini peran Penilai diharapkan (diharuskan) untuk mengembangkan analisis pasar independen untuk setiap penugasan. Beberapa penugasan mungkin memerlukan tidak lebih dari studi ekonomi makro tentang kondisi pasar umum yang berdampak pada jenis properti tertentu. Hal ini dikenal sebagai Market Study (Analisis Pasar), market study ini melihat kondisi penawaran dan permintaan secara luas yang mempengaruhi jenis properti.
Penilai kemungkinan juga akan mendapatkan jenis penugasan lain yang mungkin saja memerlukan analisis yang lebih dalam dari pada market study yang disebut dengan studi daya jual/kemampuan pemasaran (Marketability Study).
Jenis analisis ini adalah studi ekonomi mikro yang berfokus pada bagaimana properti tertentu akan diserap, dijual, atau disewakan dalam kondisi pasar saat ini atau pada masa yang akan datang (antisipasi). Marketability Study tepat dilakukan untuk sebagian besar penugasan penilaian ketika suatu properti bersifat spesifik dan perlu adanya proses identifikasi serta mengukur pasar di sekitarnya yang berdampak pada properti tersebut.
*) perbedaan terminologi di Indonesia dan negara lain, di Indonesia apartemen adalah properti yang dihuni sendiri dan kondominium adalah yang disewakan. Di negara lain, apartemen disebutkan untuk disewa oleh penyewa, sedangkan kondominium adalah properti yang dihuni sendiri.
Property Valuer & Advisor

Penilaian.id oleh Asti Widyahari
Property Valuer & Advisor










