Gambaran Umum Gedung Perkantoran Bertingkat Tinggi (High-Rise)

3970
Gambaran Umum Gedung Perkantoran Bertingkat Tinggi (High-Rise)
Gambaran Umum Gedung Perkantoran Bertingkat Tinggi (High-Rise)

Gedung perkantoran bertingkat tinggi (high-rise office building) memiliki setidaknya enam belas (16) lantai dan biasanya terletak di CBD (Central Business District/Pusat Komersial dan Bisnis di suatu kota), di mana lokasi tersebut menghasilkan harga sewa yang tinggi untuk mengimbangi biaya konstruksi dan harga tanah yang tinggi.

Profil penyewa atau tenant umumnya mencakup perusahaan lokal, nasional, dan multinasional bergengsi yang menuntut visibilitas tinggi dan berdekatan dengan perusahaan-perusahaan lain.

Gedung perkantoran bertingkat tinggi juga sering direferensikan sebagai “signature building“atau “bangunan khas” karena beberapa ruang premiumnya biasanya ditempati oleh penyewa dengan nama besar yang menempatkan tanda pengenal/signage atau menamai gedung tersebut dengan nama perusahaan mereka.

Seperti halnya di properti gedung kantor bertingkat medium/mid-rise, atribut bangunan penting di gedung properti bertingkat tinggi/high-rise termasuk transportasi, ventilasi, dan sistem teknologi serta desain pelat lantai dan parkir.

Salah satu aspek tertentu dari bangunan bertingkat tinggi yang harus diperiksa dengan cermat oleh seorang Penilai adalah setiap kemungkinan kenyamanan yang ditimbulkan. Misalnya tarif sewa yang sangat bervariasi tergantung dari ketinggian lantai dan view/pemandangan yang ditawarkan. 

Untuk properti yang telah terbangun, kenyamanan termasuk pemandangan dapat diidentifikasi secara jelas dari penyewa yang sudah ada/eksisting. Namun, untuk properti yang baru akan ditawarkan, memperkirakan tarif sewa pasar memerlukan pengamatan yang lebih hati-hati.

Pembeli ataupun pemilik dari gedung kantor bertingkat tinggi biasanya adalah institusional investor misalnya perusahaan asuransi maupun dana pensiun. Biaya modal untuk pemilik yang seperti ini umumnya cenderung lebih rendah daripada biaya modal perusahaan yang lebih kecil (smaller companies) yang kemungkinan dipengaruhi oleh tingkat kapitalisasi, tingkat diskonto, maupun keduanya.

-Asti Widyahari-

Property Valuer & Advisor

CekNilai.id
CekNilai.id – Ketahui estimasi harga wajar properti maupun nilai properti secara mudah hanya di CekNilai.id

CekNilai.id Sekarang!

 


Penilaian.id oleh Asti Widyahari

Property Valuer & Advisor

SHARE
Previous articleJenis Gedung Kantor
Next articlePengaruh Utilitas Publik dan Perbaikan Jalan dalam Penilaian Properti Kantor
Ni Luh Asti Widyahari Public Valuer • Property Advisor • International Speaker • Professional Instructor Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) adalah Penilai Publik dan Property Advisor dengan pengalaman profesional di bidang penilaian properti sejak tahun 2015. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana dan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota dari Institut Teknologi Bandung, Asti memandang properti tidak hanya sebagai aset fisik yang perlu ditentukan nilainya, tetapi sebagai bagian dari sistem ruang, pasar, regulasi, investasi, dan strategi bisnis. Fokus pekerjaannya mencakup penilaian tanah, infrastruktur, properti komersial, aset korporasi, dan aset khusus, serta layanan advisory berupa Highest and Best Use, studi kelayakan, analisis pasar, strategi pemanfaatan, dan optimalisasi aset. Saat ini, Asti merupakan Partner dan Kepala Cabang Bandar Lampung pada KJPP Pical Niken Tjahjono dan Rekan. Ia juga mendirikan Penilaian.id sebagai media edukasi dan literasi penilaian serta CekNilai.id sebagai platform informasi dan penghubung layanan properti. Building valuation legacy with A.S.T.I. Authority • Selectivity • Thoughtfulness • Integrity