Mengenal Penilaian Properti: Fondasi di Sektor Keuangan
Penilaian properti merupakan pilar penting dalam dinamika ekonomi, baik bagi pelaku bisnis maupun masyarakat umum. Secara definisi, penilaian properti adalah proses pemberian estimasi dan pendapat atas nilai ekonomi suatu objek pada tanggal tertentu, yang dilakukan berdasarkan standar penilaian Indonesia serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seiring dengan disahkannya Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, profesi Penilai kini secara resmi diakui sebagai profesi penunjang utama di berbagai sektor, mulai dari pasar modal hingga jasa pembiayaan.
Mengenal Penilaian Properti
Fondasi Transparansi Ekonomi & UU P2SK
Mengapa Objektif?
Penilaian harus berbasis data , bukan perasaan atau tekanan pihak luar.
Analogi Wasit
Penilai seperti Wasit Sepak Bola: Tidak memihak, tidak terpengaruh sorakan, keputusan sesuai aturan main.
Perlindungan Aset Masyarakat
Harga Wajar
Menentukan harga jual/beli yang adil.
Kredit Bank
Syarat nilai agunan untuk pinjaman.
Pajak (PBB)
Dasar perhitungan pajak akurat.
Warisan
Pembagian aset adil sesuai pasar.
4 Tanggung Jawab Utama
- Integritas: Layanan sesuai kompetensi.
- Pemberi Tugas: Tidak disetir instruksi klien.
- Sesama Penilai: Persaingan sehat.
- Masyarakat: Anti-kolusi & KKN.
Klasifikasi Jasa
Syarat dasar akademis.
Pelatihan via asosiasi (MAPPI).
1000+ jam terbang.
Resmi jadi Penilai Publik.
- Menentukan harga jual atau beli yang wajar guna menghindari kerugian finansial.
- Pengajuan pinjaman atau kredit, di mana bank memerlukan laporan penilaian untuk memastikan nilai agunan mencukupi.
- Keperluan pajak, untuk memastikan perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang akurat.
- Pembagian warisan dan aset keluarga agar setiap pihak mendapatkan bagian yang adil sesuai dengan nilai pasar.
- Integritas Pribadi: Memberikan layanan optimal sesuai kompetensi dan kode etik.
- Terhadap Pemberi Tugas: Menyusun laporan secara cermat tanpa terpengaruh instruksi yang dapat mengubah hasil penilaian menjadi tidak memihak.
- Terhadap Sesama Penilai: Menghindari persaingan tidak sehat.
- Terhadap Masyarakat: Dilarang melakukan kolusi kepada pihak tertentu untuk mendapatkan pekerjaan.
- Penilaian Properti Sederhana: Mencakup satu unit rumah tinggal, ruko, atau gudang tunggal dengan batasan luas tertentu.
- Penilaian Properti: Mencakup tanah, bangunan, mesin, alat transportasi, hingga objek pertambangan dan perkebunan.
- Penilaian Bisnis: Berfokus pada entitas bisnis, surat berharga, hak kekayaan intelektual, dan opini kewajaran.
- Penilaian Personal Properti: Khusus pada mesin, peralatan pabrik, dan alat transportasi.
- Memiliki pendidikan minimal Strata Satu (S1) atau setara.
- Lulus ujian sertifikasi dan pelatihan etik.
- Memiliki pengalaman kerja ribuan jam di bidang penilaian (misalnya, minimal 1.000 jam kerja untuk klasifikasi properti atau bisnis).
Demikian artikel "Mengenal Penilaian Properti: Fondasi di Sektor Keuangan." Semoga bermanfaat!
Salam,
Penilaian.id oleh Ni Luh Asti Widyahari
Property Valuer & Advisor

Penilaian.id oleh Asti Widyahari
Property Valuer & Advisor
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert)., is an experienced property valuer and advisor based in Jakarta, Indonesia, with extensive expertise in property valuation and property consultancy. She is the founder of Penilaian.id and CekNilai.id. Asti is also an active speaker at international conferences, promoting the property valuation profession and professional development in the sector.
Tentang Asti Widyahari
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert)., adalah Penilai dan Advisor Properti berpengalaman yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan keahlian dalam penilaian properti dan konsultasi properti. Ia adalah pendiri Penilaian.id dan CekNilai.id. Asti juga aktif sebagai pembicara di konferensi internasional, mempromosikan profesi Penilai dan pengembangan profesional di sektor ini.












