Mengenal Penilaian Properti: Fondasi di Sektor Keuangan

74
Mengenal Penilaian Properti: Fondasi di Sektor Keuangan
Mengenal Penilaian Properti: Fondasi di Sektor Keuangan

Mengenal Penilaian Properti: Fondasi di Sektor Keuangan

Penilaian properti merupakan pilar penting dalam dinamika ekonomi, baik bagi pelaku bisnis maupun masyarakat umum. Secara definisi, penilaian properti adalah proses pemberian estimasi dan pendapat atas nilai ekonomi suatu objek pada tanggal tertentu, yang dilakukan berdasarkan standar penilaian Indonesia serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seiring dengan disahkannya Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, profesi Penilai kini secara resmi diakui sebagai profesi penunjang utama di berbagai sektor, mulai dari pasar modal hingga jasa pembiayaan.

Sektor Keuangan & Properti

Mengenal Penilaian Properti

Fondasi Transparansi Ekonomi & UU P2SK

Mengapa Objektif?

Penilaian harus berbasis data , bukan perasaan atau tekanan pihak luar.

Risiko: Harga subjektif bikin transaksi macet.

Analogi Wasit

Penilai seperti Wasit Sepak Bola: Tidak memihak, tidak terpengaruh sorakan, keputusan sesuai aturan main.

Perlindungan Aset Masyarakat

Harga Wajar

Menentukan harga jual/beli yang adil.

Kredit Bank

Syarat nilai agunan untuk pinjaman.

Pajak (PBB)

Dasar perhitungan pajak akurat.

Warisan

Pembagian aset adil sesuai pasar.

4 Tanggung Jawab Utama

  • Integritas: Layanan sesuai kompetensi.
  • Pemberi Tugas: Tidak disetir instruksi klien.
  • Sesama Penilai: Persaingan sehat.
  • Masyarakat: Anti-kolusi & KKN.

Klasifikasi Jasa

Properti Sederhana: Rumah tinggal, ruko.
Properti Umum: Tanah, pabrik, tambang.
Bisnis: Saham, HKI.
Personal: Mesin, alat berat.
1
Pendidikan S1
Syarat dasar akademis.
2
Pendidikan Dasar (PDP)
Pelatihan via asosiasi (MAPPI).
3
Pengalaman Kerja
1000+ jam terbang.
4
Izin Menteri Keuangan
Resmi jadi Penilai Publik.

1. Pentingnya Objektivitas dalam Penilaian
Alasan utama mengapa penilaian harus dilakukan oleh pihak yang objektif adalah untuk menghindari bias yang dapat mengakibatkan hasil penilaian tidak akurat. Objektivitas berarti nilai sebuah properti ditentukan berdasarkan data, bukan atas dasar perasaan, kepentingan pribadi, atau tekanan dari pihak luar.
Jika penilaian dilakukan secara subjektif misalnya dalam kondisi jual-beli properti, jika hanya mengikuti keinginan penjual yang ingin harga tinggi atau pembeli yang ingin harga rendah, maka hasilnya akan merugikan salah satu pihak atau juga dapat menghambat proses transaksi.  Dengan hasil yang objektif, semua pihak dapat mengambil keputusan terkait jual-beli, sewa, atau jaminan utang dengan lebih tenang dan transparan.
2. Manfaat Bagi Masyarakat Luas
Bagi masyarakat umum, jasa penilaian properti dilakukan sebegai kebutuhan untuk perlindungan aset. Penilaian properti dapat membantu dalam:
  • Menentukan harga jual atau beli yang wajar guna menghindari kerugian finansial.
  • Pengajuan pinjaman atau kredit, di mana bank memerlukan laporan penilaian untuk memastikan nilai agunan mencukupi.
  • Keperluan pajak, untuk memastikan perhitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang akurat.
  • Pembagian warisan dan aset keluarga agar setiap pihak mendapatkan bagian yang adil sesuai dengan nilai pasar.
3. Tanggung Jawab dan Etika Profesi
Seorang Penilai profesional memikul empat tanggung jawab utama dalam menjalankan tugasnya, di antaranya:
  1. Integritas Pribadi: Memberikan layanan optimal sesuai kompetensi dan kode etik.
  2. Terhadap Pemberi Tugas: Menyusun laporan secara cermat tanpa terpengaruh instruksi yang dapat mengubah hasil penilaian menjadi tidak memihak.
  3. Terhadap Sesama Penilai: Menghindari persaingan tidak sehat.
  4. Terhadap Masyarakat: Dilarang melakukan kolusi kepada pihak tertentu untuk mendapatkan pekerjaan.
4. Klasifikasi Bidang Jasa Penilai Publik
Berdasarkan peraturan (PMK No. 56/PMK.01/2017), bidang jasa penilai publik diklasifikasikan menjadi empat, yakni:
  • Penilaian Properti Sederhana: Mencakup satu unit rumah tinggal, ruko, atau gudang tunggal dengan batasan luas tertentu.
  • Penilaian Properti: Mencakup tanah, bangunan, mesin, alat transportasi, hingga objek pertambangan dan perkebunan.
  • Penilaian Bisnis: Berfokus pada entitas bisnis, surat berharga, hak kekayaan intelektual, dan opini kewajaran.
  • Penilaian Personal Properti: Khusus pada mesin, peralatan pabrik, dan alat transportasi.
5. Menuju Jalur Profesional: Menjadi Penilai Publik
Menjadi seorang Penilai Publik memerlukan proses panjang yang melibatkan pendidikan, pengalaman, dan perizinan resmi dari Menteri Keuangan. Tahapannya dimulai dari Tenaga Penilai (lulus pendidikan awal), menjadi Penilai Bersertifikat (lulus ujian sertifikasi/USP yang diadakan oleh MAPPI), hingga akhirnya mendapatkan izin praktik sebagai Penilai Publik.
Beberapa syarat untuk mendapatkan izin Penilai Publik meliputi:
  • Memiliki pendidikan minimal Strata Satu (S1) atau setara.
  • Lulus ujian sertifikasi dan pelatihan etik.
  • Memiliki pengalaman kerja ribuan jam di bidang penilaian (misalnya, minimal 1.000 jam kerja untuk klasifikasi properti atau bisnis).
Sebagai profesi yang krusial, Penilai Publik memastikan bahwa setiap nilai ekonomi yang dilaporkan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional dan independen, sehingga menciptakan kepastian dalam setiap penggunaan Laporan Penilaian. 
Analogi untuk Memahami Objektivitas Penilaian: Bayangkan seorang Penilai Properti seperti seorang wasit dalam pertandingan sepak bola. Wasit tidak boleh memihak salah satu tim atau terpengaruh oleh sorakan penonton. Ia harus membuat keputusan berdasarkan aturan yang berlaku dan kejadian nyata di lapangan agar hasil pertandingan dianggap adil dan sah oleh semua orang. Begitu pula Penilai, ia menggunakan data dan standar profesi agar nilai properti menjadi adil bagi pihak yang berkepentingan.

Demikian artikel "Mengenal Penilaian Properti: Fondasi di Sektor Keuangan." Semoga bermanfaat!

Salam,

Penilaian.id oleh Ni Luh Asti Widyahari

Property Valuer & Advisor

 

CekNilai.id
CekNilai.id - Ketahui estimasi harga wajar properti maupun nilai properti secara mudah hanya di CekNilai.id

CekNilai.id Sekarang!

 


Penilaian.id oleh Asti Widyahari

Property Valuer & Advisor


asti widyahariAbout Asti Widyahari 

Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert)., is an experienced property valuer and advisor based in Jakarta, Indonesia, with extensive expertise in property valuation and property consultancy. She is the founder of Penilaian.id and CekNilai.id. Asti is also an active speaker at international conferences, promoting the property valuation profession and professional development in the sector.

Tentang Asti Widyahari
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert)., adalah Penilai dan Advisor Properti berpengalaman yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan keahlian dalam penilaian properti dan konsultasi properti. Ia adalah pendiri Penilaian.id dan CekNilai.id. Asti juga aktif sebagai pembicara di konferensi internasional, mempromosikan profesi Penilai dan pengembangan profesional di sektor ini.

Contact Asti Widyahari (Managed by Teams)