Indonesia dalam Peta Investasi Properti Asia Pasifik: Bonus Demografi dan Infrastruktur sebagai Daya Tarik

769
Indonesia dalam Peta Investasi Properti Asia Pasifik: Bonus Demografi dan Infrastruktur sebagai Daya Tarik
Indonesia dalam Peta Investasi Properti Asia Pasifik: Bonus Demografi dan Infrastruktur sebagai Daya Tarik

Indonesia dalam Peta Investasi Properti Asia Pasifik: Bonus Demografi dan Infrastruktur sebagai Daya Tarik

Berbicara tentang investasi properti (real estate investment) yang menarik bagi penduduk lokal maupun investor asing, ada beberapa hal yang mempengaruhi, seperti misalnya peraturan yang menguntungkan bagi kepemilikan properti, pertumbuhan ekonomi dan trend demografis. Mengutip penelitian dari Knight Frank, negara-negara yang memimpin dalam hal ini di wilayah Asia-Pasific adalah Vietnam, Australia, dan Jepang.

Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi (7,40% di Q3 2024), dengan kebijakan yang mendukung investasi properti, menjadikannya destinasi populer di Asia Pasifik. Namun, bagaimana dengan Indonesia?

Bagaimana dengan Indonesia?

Di kuartal ketiga 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 4,95%. Lebih rendah dibandingkan Vietnam yang mencatatkan pertumbuhan 7,40% untuk periode yang sama. Namun, pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan di rentang 2,6%-3,2% pada 2024 menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang solid, bahkan lebih baik dibandingkan negara maju atau negara berkembang lainnya, seperti Singapura (4,1%), Arab Saudi (2,8%), dan Meksiko (1,5%).

Melihat pertumbuhan ekonomi tersebut, Indonesia terlihat mampu menawarkan peluang investasi dengan ruang pertumbuhan. Terlebih jika melihat kelebihan-kelebihan yang ditawarkan sebagai berikut:

  1. Bonus Demografi: Jumlah Penduduk dan Distribusi Usia Produktif

Menurut Dirjen Dukcapil, dari total jumlah penduduk sebanyak 282.477.584 jiwa per 30 Juni 2024, terdapat usia produktif 15-64 tahun sebesar 69,58% atau 196.558.195 jiwa. Komposisi ini diikuti oleh usia muda 0-14 tahun sebanyak 64.833.766 jiwa (22,95%).

Menurut studi berjudul Bonus Demografi di Indonesia yang terbit di Jurnal Visioner, Vol. 12, No. 2, 2020 oleh Achmad Nur Sutikno, bonus demografi adalah fenomena terjadinya ledakan jumlah penduduk usia produktif yang dapat menjadi peluang besar dalam pembangunan negara. Selanjutnya, Jurnal Populasi, Vol. 21, No. 1, 2015 oleh Wasisto Raharjo Jati menjelaskan bahwa bonus demografi memberikan manfaat signifikan, seperti tenaga kerja yang melimpah dan pertumbuhan ekonomi.

Implikasi terhadap Pasar Properti

Bonus demografi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di mana sering diterjemahkan sebagai potensi investasi properti yang lebih besar, baik untuk residential maupun komersial (R Silvi, 2021). Di mana penduduk usia produktif cenderung meningkatkan permintaan akan perumahan, terutama saat mereka memasuki usia untuk membeli rumah. Peningkatan permintaan ini dapat mendorong kenaikan harga properti dan merangsang aktivitas konstruksi guna memenuhi kebutuhan perumahan dari populasi yang terus berkembang (Francke, 2022).

  1. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah Indonesia pasca Covid-19 menunjukkan arah kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan investasi dalam negeri diantaranya dengan reformasi struktural dan reformasi fiskal (Perkoppi). Misalnya terkait revisi aturan terkait cipta kerja yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Diantaranya, mengutip dari Airlangga (2023), revisi terkait dengan perizinan berusaha berbasis risiko, terutama yang berbasis perizinan dasar, yaitu KKPR, PBG, dan AMDAL. Pemerintah akan terus melakukan hal-hal debottlenecking daripada perizinan agar investasi masih bisa berjalan dengan baik

Selain itu, selama masa pemerintahan presiden Jokowi, banyak pembangunan infrastruktur yang dilakuan. Seperti tertuang pada Strategi Pembangunan Infrastruktur PUPR Tahun 2020-2024 yaitu pertaman, melanjutkan pembangunan infrastruktur (2015-2019) untuk mendukung pengembangan wilayah seperti KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Kawasan Industri, Kawasan Bandara/Pelabuhan, dan kawasan produktif lainnya. Infrastruktur transportasi menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh terhadap nilai properti, selain faktor sarana prasarana wilayah, citra kawasan, peruntukan ruang, inflasi, dan tingginya permintaan pasar terhadap suatu produk properti (Syaukat, 2023).

Jenis infrastruktur yang dibangun dalam satu dekade terakhir antara lain Ibu Kota Nusantara (IKN), Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) – yang mana Asti Widyahari terlibat dalam pengadaan tanah -, MRT (Mass Rapid Transit) dan Light Rapid Transit (LRT), pembangunan tol layang MBZ, Tol Trans Sumatera, Tol Trans Jawa, Tol Trans Kalimantan, Jalan Trans Papua hingga priyek BTS 4G di wilayan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia).

 

PENUTUP

Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di tengah persaingan investasi properti di Asia Pasifik. Meskipun pertumbuhan ekonominya lebih rendah dibandingkan Vietnam, stabilitas ekonomi yang terjaga, populasi besar dengan bonus demografi yang menguntungkan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang besar untuk investasi properti.

Sebagai negara dengan penduduk produktif terbesar di kawasan, Indonesia menawarkan peluang jangka panjang yang menjanjikan, baik untuk properti residensial maupun komersial. Bonus demografi mendorong permintaan akan perumahan, sementara reformasi kebijakan meningkatkan kemudahan berinvestasi.

Dengan stabilitas ekonomi, bonus demografi, dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, Indonesia merupakan destinasi investasi properti yang sangat kompetitif. Investor lokal dan asing dapat memanfaatkan peluang ini untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang yang berkelanjutan.

Demikian tulisan “Indonesia dalam Peta Investasi Properti Asia Pasifik: Bonus Demografi dan Infrastruktur sebagai Daya Tarik.”

 

Semoga bermanfaat!

Salam,

Asti Widyahari

Properti Valuer & Advisor

Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi mengenai investasi properti di Indonesia, jangan ragu untuk menghubungi Asti Widyahari melalui WhatsApp. Klik link berikut dan kirimkan pesan kepada Asti Widyahari:

Hubungi Asti Widyahari di WhatsApp

Hubungi Asti Widyahari (Managed by Team)


Sumber (diakses 10 Desember 2024) :

CekNilai.id
CekNilai.id – Ketahui estimasi harga wajar properti maupun nilai properti secara mudah hanya di CekNilai.id

CekNilai.id Sekarang!

 


Penilaian.id oleh Asti Widyahari

 

asti widyahariAbout Asti Widyahari 

Asti Widyahari is an experienced property valuer and advisor based in Jakarta, Indonesia, with extensive expertise in property valuation and property consultancy. She is the founder of Penilaian.id and CekNilai.id. Asti is also an active speaker at international conferences, promoting the property valuation profession and professional development in the sector.

Tentang Asti Widyahari
Asti Widyahari adalah Penilai dan Advisor Properti berpengalaman yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan keahlian dalam penilaian properti dan konsultasi properti. Ia adalah pendiri Penilaian.id dan CekNilai.id. Asti juga aktif sebagai pembicara di konferensi internasional, mempromosikan profesi Penilai dan pengembangan profesional di sektor ini.

Contact Asti Widyahari (Managed by Teams)