Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (2) – Empat Hal yang Tidak Dijamin oleh Opini WTP

18
Empat Hal yang Tidak Dijamin oleh Opini WTP
Empat Hal yang Tidak Dijamin oleh Opini WTP

Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (Bagian 2) Kita sudah membahas perihal “Apa Sebenarnya Arti Opini WTP?” di bagian 1. Sekarang kita membahas Empat Hal yang Tidak Dijamin oleh Opini WTP.

2. Empat Hal yang Tidak Dijamin oleh Opini WTP

  1. Tidak Menjamin Perusahaan Selalu Menghasilkan Laba
    • Perusahaan yang mengalami kerugian tetap dapat memperoleh opini tanpa modifikasian.
      • Mengapa?Karena auditor menilai kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan menentukan apakah perusahaan berhasil memperoleh keuntungan.
        • Jika perusahaan memang mengalami kerugian dan kondisi tersebut dicatat serta diungkapkan secara tepat sesuai standar akuntansi yang berlaku, kerugian itu tidak dengan sendirinya mengharuskan auditor memodifikasi opininya.
        • Laporan keuangan yang menunjukkan kerugian belum tentu salah. Justru kerugian dapat menjadi informasi penting yang harus dilaporkan secara benar kepada pengguna laporan keuangan.
  2. Tidak Menjamin Perusahaan Memiliki Kas yang Cukup
    • Perusahaan dapat mencatat laba tetapi menghadapi tekanan arus kas.
      • Misalnya, sebagian besar penjualan belum tertagih, perusahaan melakukan investasi besar, atau pembayaran utang semakin mendekati jatuh tempo. Opini WTP tidak mengubah kenyataan tersebut.Karena itu, pembaca tetap perlu memperhatikan laporan arus kas, posisi likuiditas, jadwal utang, serta penjelasan dalam catatan atas laporan keuangan. Ini berkaitan erat dengan pertanyaan yang pernah kita bahas dalam artikel sebelumnya: Perusahaan untung, tetapi mengapa uangnya tidak ada?
  3. Tidak Menjamin Perusahaan Bebas dari Seluruh Kecurangan
    • Berdasarkan SA 200 (Revisi 2021), auditor bertujuan memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.Keyakinan memadai merupakan tingkat keyakinan yang tinggi, tetapi bukan keyakinan absolut.Audit memiliki keterbatasan inheren, yang bersumber dari sifat pelaporan keuangan, sifat prosedur audit, serta kebutuhan menyelesaikan audit dalam waktu dan biaya yang wajar. Misalnya, kecurangan dapat disembunyikan melalui skema yang terencana atau kolusi.
      • Dengan demikian, WTP tidak dapat ditafsirkan sebagai jaminan bahwa tidak pernah terjadi kecurangan dalam perusahaan.Namun, ini juga tidak berarti auditor mengabaikan risiko kecurangan.
        • Tanggung jawab utama untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan berada pada manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola. Auditor tetap wajib mengidentifikasi, menilai, dan merespons risiko kesalahan penyajian material akibat kecurangan (SA 240). 
  4. Tidak Menjamin Perusahaan Akan Terus Beroperasi Tanpa Masalah
  • Kondisi bisnis dapat berubah.
  • Perusahaan bisa kehilangan pelanggan utama, mengalami kenaikan biaya produksi, menghadapi persaingan yang lebih ketat, atau kesulitan memperoleh pembiayaan.
  • Sebagian risiko tersebut dapat muncul atau membesar setelah tanggal laporan auditor.
  • Karena itu, audit laporan keuangan bukan jaminan bahwa perusahaan tidak akan menghadapi kesulitan pada masa depan.
  • Meski demikian, kelangsungan usaha bukan sesuatu yang diabaikan auditor.
  • SA 570 (Revisi 2021) secara khusus mengatur tanggung jawab auditor dalam mengevaluasi penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha dan ketidakpastian material yang terkait dengannya.

Lalu…

3. Bisakah Perusahaan Memperoleh WTP meskipun Menghadapi Risiko Kelangsungan Usaha?

Bisa, dalam keadaan tertentu. Inilah salah satu bagian yang penting dipahami masyarakat.

  • Dalam SA 570, auditor mengevaluasi ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen.
  • Auditor juga mengevaluasi apakah terdapat ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kemampuan perusahaan mempertahankan kelangsungan usahanya.

Apabila penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha masih tepat dan ketidakpastian material tersebut telah diungkapkan secara memadai dalam laporan keuangan, auditor menyatakan opini tanpa modifikasian.

Namun, laporan auditor harus mencantumkan bagian tersendiri mengenai Ketidakpastian Material yang Terkait dengan Kelangsungan Usaha.

Bagian tersebut mengarahkan perhatian pembaca pada pengungkapan terkait dan menjelaskan adanya ketidakpastian material, meskipun opini auditor tidak dimodifikasi karena hal tersebut.

  • Artinya, perusahaan dapat memperoleh opini tanpa modifikasian, tetapi laporan auditnya tetap memuat informasi mengenai risiko penting yang perlu diperhatikan.

Sebaliknya, jika penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha tidak tepat, auditor menyatakan opini tidak wajar. Jika basisnya tepat tetapi ketidakpastian material tidak diungkapkan secara memadai, auditor menyatakan opini wajar dengan pengecualian atau opini tidak wajar.

Penting: bagian tentang ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha tidak boleh begitu saja disamakan dengan paragraf Penekanan Suatu Hal. Keduanya memiliki dasar dan persyaratan pelaporan yang berbeda.

Lanjut ke bagian selanjutnya: “Ilustrasi: Laporan Keuangan Beropini WTP, tetapi Kondisi Bisnisnya Perlu Diperhatikan”.

 

Seri Artikel WTP Judul dan Link
Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (1) Apa sebenarnya arti dari WTP?
Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (2) Empat Hal yang Tidak Dijamin oleh Opini WTP
Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (3) Ilustrasi: Laporan Keuangan Beropini WTP, tetapi Kondisi Bisnisnya Perlu Diperhatikan
Opini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (4) Apakah Semua Opini Audit Selain WTP Berarti Perusahaan Bermasalah?

 

 

Salam,

Penilaian.id oleh Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.)
Strategic Property Valuation & Asset Advisory


Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) Rumah Tetangga Laku Rp3 Miliar: Apakah Nilai Rumah Anda Pasti Sama? Dua rumah berdampingan belum tentu bernilai sama. Bisa jadi lebih rendah nilainya, atau lebih tinggi.
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.)

Tentang Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) 

Public Valuer • Property Advisor • International Speaker • Professional Instructor

Ni Luh Asti Widyahari adalah Penilai Publik dan Property Advisor dengan pengalaman dalam penilaian tanah, properti komersial, infrastruktur, aset korporasi, dan aset khusus.

Melalui Penilaian.id, Asti membagikan pengetahuan mengenai penilaian properti, Highest and Best Use, analisis pasar, strategi dan optimalisasi aset, serta berbagai isu yang memengaruhi nilai dan pengambilan keputusan terkait properti.

Building valuation legacy with A.S.T.I.
Authority • Selectivity • Thoughtfulness • Integrity


Membutuhkan Penilaian atau Property Advisory?
Konsultasikan kebutuhan penilaian untuk pelaporan keuangan, Highest and Best Use, studi kelayakan, analisis pasar, atau strategi aset Anda.

SHARE
Previous articleOpini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (1)
Next articleOpini Audit Wajar Tanpa Pengecualian: Apakah Artinya Perusahaan Pasti Sehat? (3) – Ilustrasi: Laporan Keuangan Beropini WTP, tetapi Kondisi Bisnisnya Perlu Diperhatikan
Ni Luh Asti Widyahari Public Valuer • Property Advisor • International Speaker • Professional Instructor Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) adalah Penilai Publik dan Property Advisor dengan pengalaman profesional di bidang penilaian properti sejak tahun 2015. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana dan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota dari Institut Teknologi Bandung, Asti memandang properti tidak hanya sebagai aset fisik yang perlu ditentukan nilainya, tetapi sebagai bagian dari sistem ruang, pasar, regulasi, investasi, dan strategi bisnis. Fokus pekerjaannya mencakup penilaian tanah, infrastruktur, properti komersial, aset korporasi, dan aset khusus, serta layanan advisory berupa Highest and Best Use, studi kelayakan, analisis pasar, strategi pemanfaatan, dan optimalisasi aset. Saat ini, Asti merupakan Partner dan Kepala Cabang Bandar Lampung pada KJPP Pical Niken Tjahjono dan Rekan. Ia juga mendirikan Penilaian.id sebagai media edukasi dan literasi penilaian serta CekNilai.id sebagai platform informasi dan penghubung layanan properti. Building valuation legacy with A.S.T.I. Authority • Selectivity • Thoughtfulness • Integrity