Interest During Construction (IDC): Biaya Tak Terlihat tapi Nyata

62
Interest During Construction (IDC): Biaya Tak Terlihat tapi Nyata.
Interest During Construction (IDC): Biaya Tak Terlihat tapi Nyata.

Interest During Construction (IDC): Biaya Tak Terlihat tapi Nyata

Pernah mendengar tentang Interest During Construction (IDC)?

Sederhananya, IDC adalah bunga atas uang yang dipakai selama bangunan masih dibangun dan belum menghasilkan apa-apa.

Bayangkan kamu membangun hotel. Beton, baja, dan kaca bisa kamu lihat. Tapi selama 1–2 tahun masa konstruksi, ada satu hal yang terus berjalan meski hotel belum buka: bunga atas uang yang kamu pakai. Itulah IDC.

Jadi, Apa Itu IDC?

Interest During Construction atau Bunga Selama Masa Konstruksi adalah biaya atas  pembiayaan (financing cost) yang timbul selama masa pembangunan, sebelum properti menghasilkan pendapatan atau terjual.

Contoh Sederhana

  • Pinjaman konstruksi: Rp100 miliar
  • Waktu pembangunan: 2 tahun
  • Bunga: 10% per tahun

Selama 2 tahun hotel belum beroperasi, tapi bunga tetap berjalan. Total bunga itulah IDC, biaya karena uang “terkunci oleh waktu”.

IDC dalam Pendekatan Biaya

Dalam pendekatan biaya, pengeluaran dibagi dua:

  • Direct Cost (fisik): material, tenaga kerja, alat
  • Indirect Cost (non-fisik): perizinan, konsultan, pajak, asuransi, dan IDC
    • IDC termasuk carrying cost, artinya biaya untuk menanggung investasi selama konstruksi.
  • Kenapa IDC Penting?
    • Karena waktu itu punya harga.
    • Jika IDC tidak diperhitungkan:
      • Modal proyek terlihat lebih kecil dari kenyataan
      • Nilai properti berpotensi terlalu rendah (undervaluation)
  • Menurut prinsip substitusi, membangun properti baru berarti uang “terkunci” selama waktu tertentu, dan nilai properti harus mencerminkan biaya waktu tersebut.

Bagaimana Mempertimbangkan IDC?

Kita perlu melihat pengaruh pasar terhadap IDC.

  • Jika pasar lesu dan properti lambat terserap:
    • Bunga terus berjalan
    • IDC membesar

Oleh karena itu,

  • IDC sering tidak terlihat, tapi dampaknya sangat nyata.
  • Properti bukan hanya soal biaya fisik, tapi juga soal waktu, uang, dan risiko. Penilaian yang akurat harus memahami ketiganya bukan hanya beton dan baja.

 

Artikel terkait:

Demikian artikel “Interest During Construction (IDC): Biaya Tak Terlihat tapi Nyata”.

Semoga bermanfaat!

Penilaian.id oleh Asti Widyahari

Property Valuer & Advisor

 

PENDEKATAN BIAYA

INTEREST DURING CONSTRUCTION (IDC)

Biaya Tak Terlihat tapi Nyata dalam Properti

Apa Itu IDC?
Interest During Construction (IDC) adalah bunga atas uang/pinjaman yang digunakan selama masa pembangunan, ketika properti belum menghasilkan pendapatan.
🏨🚧
Analogi Hotel: Beton & kaca terlihat jelas. Tapi selama 2 tahun pembangunan, bunga bank terus berjalan meski hotel belum buka. Itulah IDC, biaya karena uang “terkunci oleh waktu”.
Kalkulator Simulasi IDC

Coba hitung estimasi IDC sederhana untuk proyek Anda:

Simulasi Biaya Bunga

Estimasi IDC (Biaya Bunga):
Rp 20 Milyar
*Perhitungan bunga sederhana untuk ilustrasi
Posisi IDC dalam Penilaian
Direct Cost (Fisik)Material, Tenaga Kerja, Peralatan Berat, Struktur Bangunan.
Indirect Cost (Non-Fisik)Perizinan, Konsultan, Pajak, Asuransi, dan IDC (Carrying Cost).
Mengapa IDC Penting?
🕒
Waktu Punya Harga: Membangun properti berarti uang “terkunci” selama waktu tertentu.
📉
Cegah Undervaluation: Jika IDC tidak dihitung, modal proyek terlihat lebih kecil dari kenyataan (Nilai terlalu rendah).
📊
Pengaruh Pasar: Jika pasar lesu dan properti lambat terserap, bunga terus berjalan = IDC membesar.
Butuh Penilaian?

Hitung nilai properti Anda.
Konsultasikan dengan Ni Luh Asti Widyahari.

Hubungi via WhatsApp

© 2025 Penilaian.id | Sumber: Artikel Interest During Construction (IDC)


CekNilai.id

CekNilai.id – Ketahui estimasi harga wajar properti maupun nilai properti secara mudah hanya di CekNilai.id


asti widyahariAbout Asti Widyahari 

Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) is an experienced property valuer and advisor based in Jakarta, Indonesia, with extensive expertise in property valuation and property consultancy. She is the founder of Penilaian.id and CekNilai.id. Asti is also an active speaker at international conferences, promoting the property valuation profession and professional development in the sector.

Tentang Asti Widyahari
Ni Luh Asti Widyahari, S.T., M.T., MAPPI (Cert.) adalah Penilai dan Advisor Properti berpengalaman yang berbasis di Jakarta, Indonesia, dengan keahlian dalam penilaian properti dan konsultasi properti. Ia adalah pendiri Penilaian.id dan CekNilai.id. Asti juga aktif sebagai pembicara di konferensi internasional, mempromosikan profesi Penilai dan pengembangan profesional di sektor ini.

Contact Asti Widyahari (Managed by Teams)