Dimana Mencari Penilai Bersertifikat?

0
173
Dimana Mencari Penilai Bersertifikat
Dimana Mencari Penilai Bersertifikat?

Dimana Mencari Penilai Bersertifikat?

Seseorang memberitahu saya bahwa ada kenalannya yang sedang mencari Penilai Bersertifikat dan meminta izin untuk memberikan kontak saya kepada kenalannya tersebut dikarenakan kenalannya itu diminta mencarikan seorang Penilai Bersertifikat guna menilai aset perusahaan tempatnya bekerja.

Jalan mudah untuk menemukan seorang Penilai tentunya bisa via kenalan atau bisa mencari di internet. Namun, untuk yang belum pernah menggunakan jasa Penilai ataupun familiar dengan penilaian properti, di internet terdapat banyak istilah berkaitan dengan Penilai Bersertifikat. Seperti misalnya, Penilai (apa bedanya dengan Penilai Bersertifikat), lalu ada Penilai Publik, lalu ada KJPP, lalu ada istilah appraisal, appraiser, apa arti dan beda itu semua?

Mari kita bagi pembahasan ini menjadi:

  1. Jasa Penilaian dan Profesi Penilai
  2. Jenis-Jenis Penilai
  3. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)

 

Jasa Penilaian dan Profesi Penilai

Di awal tadi saya bercerita tentang seseorang yang sedang mencari Penilai Bersertifikat untuk memberikan jasa penilaian aset untuk perusahaan tempatnya bekerja. Lalu apa itu jasa penilaian?

Jasa penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI*. (Pasal 1 ayat 1, PMK 101 tahun 2014 tentang Penilai Publik).

Secara sederhana, jasa penilaian ini dilakukan untuk mengetahui nilai ekonomi dari suatu properti untuk berbagai tujuan misalnya untuk penjaminan utang, untuk jual-beli aset, akuisisi aset, dan lain-lain. Jasa ini diberikan oleh suatu Profesi yang disebut dengan Profesi Penilai. Untuk kegiatan jasa penilaian di publik, mari kita bahas jenis-jenis penilai berikut.

 

Jenis-Jenis Penilai

Berdasarkan KEPI 3.6, Penilai dijelaskan sebagai berikut:

  1. Penilai adalah seseorang yang memiliki kualifikasi, kemampuan dan pengalaman dalam melakukan kegiatan praktek penilaian untuk mendapatkan nilai ekonomis sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Penilai terdiri dari:
  1. Tenaga Penilai adalah seseorang yang telah lulus pendidikan di bidang penilaian yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai, lembaga pendidikan lain yang diakreditasi oleh Asosiasi Profesi Penilai, atau lembaga pendidikan formal.
  2. Penilai Bersertifikat adalah seseorang yang telah lulus ujian sertifikasi di bidang penilaian yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai.
  3. Penilai Publik adalah Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan.

 

Secara sederhana, Profesi Penilai terdiri dari tiga Penilai. 

Maksudnya seperti ini:

Seseorang yang berkecimpung di dunia jasa Penilaian disebut sebagai seorang Penilai. Penilai ini ada yang disebut dengan Tenaga Penilai apabila ia telah paling tidak mendapatkan pendidikan di bidang penilaian, lalu ketika Tenaga Penilai tersebut mengambil Ujian Sertifikasi di bidang Penilaian dan telah lulus, maka ia disebut dengan Penilai Bersertifikat. Selanjutnya, apabila Penilai Bersertifikat ini mengajukan izin untuk dapat berpraktek di Indonesia kepada Menteri Keuangan. Apabila diizinkan, maka ia menjadi Penilai Publik. 

Tenaga Penilai -> Penilai Bersertifikat -> Penilai Publik.

 

Untuk menjawab pertanyaan: “Dimana Mencari Penilai Bersertifikat?” perlu memahami dulu apa yang dimaksud dengan KJPP.

Masih berdasarkan KEPI, 3.6.b., Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) adalah badan usaha yang telah mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam menjalankan usaha di bidang penilaian dan jasa-jasa lainnya. 

Hal ini berarti Penilai Publik dalam memberikan jasanya harus bernaung di KJPP, baik memiliki/mempunyai KJPP dengan cara mendirikan secara perseorangan atau menjadi rekan pada KJPP yang berbentuk persekutuan perdata atau firma. (Pasal 8, ayat 1, PMK 101/2014).

 

Lalu, apa hubungannya dengan Penilai Bersertifikat?

Jawabannya, jika ingin mendapatkan jasa Penilaian, maka carilah Penilai, lebih tepatnya Penilai Publik atau carilah KJPP. 

 

Apakah Tenaga Penilai dan Penilai Bersertifikat tidak bisa berpraktek dikarenakan disebutkan bahwa “Penilai Publik adalah Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan”?

Jasa Penilaian outputnya berupa “Nilai”, Nilai tersebut hanya dapat diterbitkan oleh Penilai Publik dalam KJPP (untuk publik). Sebagian besar Nilai disajikan dalam “Laporan Penilaian”, dimana Laporan Penilaian tersebut ditandatangani oleh Penilai Publik sebagai pertanggungjawabannya melaksanakan Jasa Penilaian. 

Tenaga Penilai dan Penilai Bersertifikat ini bergabung di KJPP, memberikan jasa/analisis di bawah pengawasan dari Penilai Publik. 

 

Jadi,

Dimana mencari Penilai Bersertifikat untuk memberikan jasa penilaian kepada publik? Jawabannya, carilah di KJPP atau carilah KJPP. 

Tambahan info, sebenarnya Penilai Bersertifikat tidak bisa menerbitkan Laporan Penilaian, karena ia belum mendapat izin, yang mendapat izin adalah Penilai Publik di KJPP. Selain itu, Penilai Bersertifikat juga dapat ditemukan di instansi lain seperti perbankan dll yang berbeda ranah lingkup kegiatan penilaian dengan Penilai Bersertifikat yang ada di KJPP. 

 

Semoga bermanfaat!

Asti Widyahari

Penilai dan Konsultan Properti

 

*) Standar Penilaian Indonesia (SPI)  adalah Standar Profesi Penilai untuk melakukan kegiatan penilaian di Indonesia. Penilai harus mematuhi SPI yang merupakan acuan praktek penilaian di Indonesia. 

Standar Penilaian Indonesia (SPI) adalah pedoman dasar yang harus dipatuhi oleh Penilai dalam melakukan penilaian. (KEPI, 3.5).

*)appraisal: penilaian; appraiser: penilai.

LEAVE A REPLY